Apakah
kalian akan berlibur ke Aceh???tentu kalian harus mengunjungi
tempat-tempat wisata di aceh.oleh karena itu saya aku berbagi
pengetahuan ke pada anda semua.
Aceh adalah sebuah provinsi di Indonesia. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh. Jumlah penduduk provinsi ini sekitar 4.500.000 jiwa. Letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman. Aceh berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatera Utara di sebelah tenggara dan selatan.
nunggu apa lagi,yuk simak pengengetahuan ini!!!!Check it out!!!!
1. Mesjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid Kesultanan Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 H/1612 M. Bangunan indah dan megah yang mirip dengan Taj Mahal di India ini terletak tepat di jantung Kota Banda Aceh dan menjadi titik pusat dari segala kegiatan di Aceh Darussalam.
Sewaktu Kerajaan Belanda menyerang Kesultanan Aceh pada agresi tentara Belanda kedua pada Bulan Shafar 1290 Hijriah/10 April 1873 Masehi,
Masjid Raya Baiturrahman dibakar. Kemudian, pada tahun 1877 Belanda
membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman untuk menarik perhatian serta
meredam kemarahan Bangsa Aceh. Pada saat itu Kesultanan Aceh masih
berada di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Daud Syah Johan Berdaulat
yang merupakan Sultan Aceh yang terakhir.
Saat terjadinya tsunami, pantai yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari Banda Aceh ini termasuk yang mengalami kerusakan cukup parah. Hotel-hotel yang berada di tepi pantai dan pemukiman penduduk di sekitarnya hancur dihempas gelombang besar.
2. Pantai Lampuuk
Pantai Lampuuk merupakan salah satu primadona wisata Aceh Besar sebelum terjadi tsunami tahun 2004. Pantai ini selalu ramai dengan pengunjung, baik dari Banda Aceh, Melaboh, atau daerah-daerah lainnya. Dengan pasir putih dan pepohonan pinus yang rindang, tempat ini menjadi tempat yang ideal untuk melepas kepenatan.
Saat terjadinya tsunami, pantai yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari Banda Aceh ini termasuk yang mengalami kerusakan cukup parah. Hotel-hotel yang berada di tepi pantai dan pemukiman penduduk di sekitarnya hancur dihempas gelombang besar.
Akan tetapi, secara berangsur pantai ini pun kembali pulih. Kurang lebih
setahun setelah tsunami, aktivitas pariwisata di pantai ini pun kembali
ramai. Dalam proses rehabilitas dan rekonstruksi pasca tsunami,
pengelolaan Pantai Lampuuk diintegrasikan dengan beberapa objek wisata
lainnya di Aceh, seperti Pulau Weh, Danau Laut Tawar, dan Dataran Tinggi
Takengon.
Dapat dikatakan tempat ini adalah surganya taman laut bagi para wisatawan. Nama pulau Rubiah sendiri diambil dari nama seorang perempuan yang bernama Cut Nyak Rubiah yang makamnya dapat ditemukan di pulau tersebut.
Dahulu pada masa kerajaan Aceh, tempat ini pernah digunakan sebagai lokasi transitnya para jemaah haji yang akan berlayar menuju mekkah. Tempat ini juga dahulunya pernah menjadi lokasi benteng pertahanan serdadu belanda dan Jepang pada masa perang dunia II. Jika anda berkunjung ke pulau ini, maka anda pasti akan menemukan bekas bangunan benteng tersebut.
Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi — untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami.
Kegiatan yang paling populer di pantai ini adalah memancing. Jika Anda lupa membawa alat pancing, tidak usah khawatir karena ada yang menjualnya di sekitar pantai. Tak suka memancing? Anda juga bisa menyewa perahu nelayan untuk berlayar di lautnya atau duduk santai di tepian pantai menikmati jagung bakar. Dari pantai, Anda bisa melihat barisan pegunungan diseberang yang menambah keindahan Pantai Ulee Lheue.
3.Pulau Rubiah
Pulau Rubiah adalah pulau yang terletak di Indonesia. Pulau Rubiah merupakan bagian dari wilayah kota Sabang, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pulau ini berada di sebelah barat-laut dari pulau Weh.Dapat dikatakan tempat ini adalah surganya taman laut bagi para wisatawan. Nama pulau Rubiah sendiri diambil dari nama seorang perempuan yang bernama Cut Nyak Rubiah yang makamnya dapat ditemukan di pulau tersebut.
Dahulu pada masa kerajaan Aceh, tempat ini pernah digunakan sebagai lokasi transitnya para jemaah haji yang akan berlayar menuju mekkah. Tempat ini juga dahulunya pernah menjadi lokasi benteng pertahanan serdadu belanda dan Jepang pada masa perang dunia II. Jika anda berkunjung ke pulau ini, maka anda pasti akan menemukan bekas bangunan benteng tersebut.
4.Museum Tsunami
Museum Tsunami Aceh (bahasa Inggris: Aceh Tsunami Museum) adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal Indonesia, Ridwan Kamil.Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi — untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami.
5.Pantai Ulee lheue
Tempat Wisata yang satu ini sangat dekat dengan pelabuhan yaitu pelabuhan ulee lheue.Kegiatan yang paling populer di pantai ini adalah memancing. Jika Anda lupa membawa alat pancing, tidak usah khawatir karena ada yang menjualnya di sekitar pantai. Tak suka memancing? Anda juga bisa menyewa perahu nelayan untuk berlayar di lautnya atau duduk santai di tepian pantai menikmati jagung bakar. Dari pantai, Anda bisa melihat barisan pegunungan diseberang yang menambah keindahan Pantai Ulee Lheue.




0 comments:
Post a Comment